Tips Menggunakan Dana Pinjaman Online Untuk Kebutuhan Usaha

Kamu mungkin pernah mendengar tentang pinjaman online, atau bahkan sudah pernah mengajukan pinjaman melalui internet. Namun, tahukah kamu bahwa dana pinjaman tersebut juga bisa digunakan untuk kebutuhan usaha? 

Tips Pinjaman Online Buat Usaha Kamu

Berikut adalah beberapa tips untuk menggunakan dana pinjaman online untuk kebutuhan usaha:

Tentukan tujuan penggunaan dana pinjaman

Tentukan tujuan penggunaan dana pinjaman adalah langkah yang sangat penting sebelum kamu mengajukan pinjaman online. Hal ini karena tujuan yang jelas akan membantu kamu untuk menentukan jumlah dana yang dibutuhkan dan jenis pinjaman yang sesuai.

 

Selain itu, dengan tujuan yang jelas, kamu juga dapat lebih mudah menentukan jumlah dana yang dibutuhkan. Misalnya, jika kamu ingin menambah modal usaha dengan jumlah tertentu, kamu dapat mencari pinjaman dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan modal usaha kamu. Hal ini akan membantu kamu untuk menghindari over-borrowing, yang dapat menyebabkan beban keuangan yang berlebihan.

 

Tujuan penggunaan dana pinjaman juga sangat penting untuk dipertimbangkan dalam hal pengembalian pinjaman. Misalnya, jika kamu menggunakan dana pinjaman untuk modal usaha, kemungkinan pendapatan yang dihasilkan dari usaha tersebut akan digunakan untuk membayar cicilan pinjaman. Namun jika kamu menggunakan dana pinjaman untuk keperluan lain yang tidak memiliki potensi pendapatan, maka kamu harus mempersiapkan sumber pendapatan lain untuk membayar cicilan.

 

Cari pinjaman dengan tingkat suku bunga yang rendah

Suku bunga merupakan biaya yang harus dibayar oleh peminjam kepada pemberi pinjaman untuk menggunakan dana yang dipinjam. Semakin tinggi suku bunga yang ditetapkan, maka semakin besar pula biaya yang harus dibayar oleh peminjam. Oleh karena itu, mencari pinjaman dengan tingkat suku bunga yang rendah akan membantu kamu untuk menghemat biaya yang harus dikeluarkan.

 

Beberapa platform pinjaman online menawarkan tingkat suku bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan bank tradisional. Hal ini karena platform pinjaman online cenderung lebih fleksibel dalam hal persyaratan dan proses pengajuan pinjaman. Selain itu, mereka juga seringkali menawarkan opsi pembayaran yang lebih fleksibel. Namun, perlu diingat bahwa platform pinjaman online juga seringkali menetapkan persyaratan yang lebih ketat dalam hal jaminan atau agunan yang harus diserahkan.

 

Lakukan perbandingan antar platform pinjaman online sebelum mengajukan pinjaman. Hal ini akan membantu kamu untuk menemukan platform yang menawarkan tingkat suku bunga yang paling rendah sesuai dengan kebutuhan kamu. Jangan lupa untuk memperhitungkan biaya-biaya lain yang mungkin dikenakan oleh platform tersebut seperti biaya administrasi atau biaya lain yang berkaitan dengan proses pengajuan pinjaman.

Jangan terlalu banyak mengambil pinjaman

Mengambil terlalu banyak pinjaman dapat menyebabkan beban keuangan yang berat bagi kamu dan dapat membahayakan kondisi keuangan usaha kamu.

Pertama, jangan terlalu banyak mengambil pinjaman dari berbagai sumber sekaligus. Hal ini akan menyebabkan kamu harus membayar banyak cicilan setiap bulannya, yang dapat menyulitkan kamu dalam mengelola keuangan usaha kamu. Selain itu, jika kamu kesulitan dalam membayar cicilan, maka akan berdampak buruk pada kredit score kamu di masa depan.

 

Kedua, pastikan untuk tidak mengambil pinjaman dengan jumlah yang lebih besar dari yang kamu butuhkan. Ingatlah bahwa setiap dana yang kamu pinjam akan dikenakan bunga, jadi pastikan hanya mengambil jumlah yang sesuai dengan kebutuhan usaha kamu saja. Jika kamu mengambil pinjaman dengan jumlah yang lebih besar dari yang kamu butuhkan, maka kamu akan membayar bunga yang tidak perlu.

 

Ketiga, jangan lupa untuk memperhitungkan kondisi keuangan usaha kamu sebelum mengambil pinjaman. Kamu harus memastikan bahwa usaha kamu akan mampu untuk membayar cicilan pinjaman sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Jika kamu khawatir bahwa usaha kamu tidak akan mampu untuk membayar cicilan, maka sebaiknya kamu menunggu sampai kondisi keuangan usaha kamu stabil sebelum mengambil pinjaman.

Jangan lupa untuk membayar cicilan tepat waktu

Penting untuk diingat bahwa membayar cicilan pinjaman tepat waktu sangat penting bagi keberlangsungan usaha kamu. Jika kamu terlambat dalam membayar cicilan, ini akan mempengaruhi reputasi kamu sebagai peminjam dan juga dapat menambah beban keuangan kamu.

 

Keterlambatan dalam membayar cicilan dapat mengakibatkan denda atau biaya tambahan yang harus dibayar. Ini dapat menambah beban keuangan kamu dan dapat membuat kamu kesulitan dalam membayar cicilan selanjutnya. Selain itu, keterlambatan dalam membayar cicilan juga dapat mempengaruhi skor kredit kamu, yang dapat menyulitkan kamu dalam mengajukan pinjaman di masa depan.

 

Oleh karena itu, pastikan untuk membayar cicilan tepat waktu. Buat jadwal pembayaran cicilan yang sesuai dengan kondisi keuangan kamu dan pastikan untuk membayar cicilan tepat pada waktunya. Kamu juga dapat mengatur pengingat untuk membayar cicilan agar tidak lupa.

 

Selain itu, jangan ragu untuk menghubungi pihak pemberi pinjaman jika kamu mengalami kesulitan dalam membayar cicilan. Mereka mungkin dapat memberikan solusi atau bantuan untuk membantu kamu dalam mengatasi masalah keuangan kamu.

 

Ingatlah bahwa dana pinjaman online dapat menjadi solusi yang baik untuk kebutuhan usaha kamu, namun pastikan untuk menggunakannya dengan bijak dan teratur. Dengan cara ini, kamu dapat meningkatkan peluang keberhasilan usaha kamu di masa depan.

 

Kemudahan Pinjol Bisa Jadi Solusi Darurat, Begini Tips Agar Tidak Gagal Bayar

Semenjak masa pandemi yang lalu memang perekonomian masyarakat menjadi tidak stabil sehingga banyak dari mereka yang mencari alternatif lain supaya bisa tetap bertahan hidup. Salah satu pilihan yang dilakukan adalah mengajukan pinjaman dana di fintech atau lebih dikenal dengan pinjol.

Padahal tidak sedikit dari pengguna aplikasi pinjaman online ini yang pada akhirnya tidak dapat mengembalikan dana pinjamannya dikarenakan bunga harian dari perusahaan fintech tersebut terlalu tinggi. Padahal OJK telah menentukan batasan untuk bunga harian tersebut tidak lebih dari satu persen per harinya.

Tetapi ternyata minat masyarakat akan pinjaman online ini tidak pernah surut, tentu alasannya dikarenakan pengajuannya yang jauh lebih mudah, persyaratan yang hanya dengan menggunakan KTP dan pencairan dana lebih cepat.

Tips Pinjol Aman dan Mudah

Dikarenakan hal yang telah disebutkan sebelumnya, maka jika kamu memang masih memiliki niat untuk meminjam dana di pinjaman online. Berikut adalah beberapa tips yang dapat diberikan terkait aplikasi pinjaman yang aman dan mudah serta supaya kamu tidak gagal bayar.

Pastikan aplikasi terdaftar di OJK

Tips agar tidak gagal bayar pertama adalah pastikan bila aplikasi tersebut sudah terdaftar di OJK. Sebab perusahaan-perusahaan pinjaman online yang sudah terdaftar di OJK, wajib mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan termasuk salah satunya adalah penerapan bunga harian kepada para penggunanya. 

Karena kebanyakan para pengguna yang terjebak dengan pinjol tidak memperhatikan berapa besaran bunga yang dibebankan kepada mereka setiap harinya, sehingga ketika akan melakukan pembayaran total dari uang yang harus dikembalikan tersebut sangatlah tidak masuk akal. 

Pahamilah semua poin dari persyaratan serta ketentuannya

Poin kedua yang harus kamu perhatikan supaya tidak gagal dalam membayar adalah memahami keseluruhan poin di dalam persyaratan serta ketentuan yang diajukan oleh perusahaan pinjaman online tersebut. Jangan sampai kamu melewatkan satu pasal pun yang mereka berikan.

Apabila kamu merasa ada yang janggal, silakan bertanya kepada customer service atau urungkan niat kamu untuk meminjam pada perusahaan fintech tersebut. Apalagi ketika kamu melihat besaran dari suku bunga yang mereka tawarkan di luar batas yang telah ditentukan oleh OJK.

Sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan

Tips berikutnya supaya kamu tidak mengalami gagal bayar pinjaman online adalah sesuaikan nominal pinjaman dengan yang kamu butuhkan dan kemampuan pembayaran. Sebab kadangkala pengguna tidak mempertimbangkan mengenai hal tersebut.

Sebab yang dipikirkan hanyalah bisa cepat memperoleh pinjaman dan menggunakannya. Padahal jika sampai kamu salah memilih perusahaan fintech dan yang digunakan ternyata adalah pinjol ilegal, nominal yang kamu terima bisa saja lebih kecil dari yang dijanjikan dan ketika mengembalikan jumlahnya menjadi lebih besar. 

Pastikan bila terdapat perusahaan pinjol transparan dengan biaya

Selanjutnya adalah dengan memastikan jika perusahaan pinjaman online tersebut bersikap transparan dengan keseluruhan biaya termasuk bunga yang dibebankan kepada peminjam. Sebagaimana yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa OJK memiliki ketetapan mengenai besaran dari bunga pinjaman.

Jadi apabila kamu menemukan ada perusahaan pinjaman online yang membebankan bunga pinjaman lebih dari yang telah ditentukan silakan melaporkan hal tersebut ke OJK dan jangan sampai kamu melakukan pengajuan.

Sebab ini sama saja dengan kamu mempersulit diri sendiri, oleh karena itu kamu haruslah membaca seluruh persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang memang diajukan oleh perusahaan pinjol tersebut. 

Selalu catat jumlah dari dana yang dipinjam

Tips berikutnya adalah dengan mencatat berapa besaran dana yang kamu pinjam di pinjaman online. Ini bisa menjadi sebuah pengingat agar nantinya kamu tidak lupa untuk melakukan pembayaran sebelum tempo yang sudah ditetapkan.

Kamu bisa mencatatnya pada ponsel dan diberikan notifikasi pengingat atau bisa juga dengan cara auto debit di mana nantinya setiap tanggal jatuh tempo akan langsung memotong dari rekening tabungan ke perusahaan tempat kamu meminjam uang.

Bayarlah pinjaman secara tepat waktu

Tips yang terakhir adalah dengan membayar cicilan tepat waktu. Karena walaupun ini hanya pinjaman online, tetapi secara tidak langsung juga bisa berdampak kepada skor kredit pribadi kamu. Apabila kamu selalu telat biasanya akan langsung tercatat pada SLIK OJK dan membuatmu kesulitan untuk memperoleh pinjaman selanjutnya.

Apabila kamu melakukan pembayaran tersebut tepat waktu tentu akan lebih membuat kamu menjadi tenang dan tidak merasa depresi. Apalagi seperti yang kita ketahui bersama kadangkala ada perusahaan-perusahaan pinjol yang melakukan penagihan dengan cara tidak baik.

Walaupun sudah ada ketentuan dari OJK mengenai cara penagihan, namun pada kenyataannya masih banyak perusahaan fintech yang terdaftar di OJK namun mengabaikan ketentuan tersebut. Tentunya kamu tidak mau bila ada depkolektor yang menagih kepada pihak keluarga atau tempat bekerja.

Lagi pula ketika kamu telat melakukan pembayaran, maka akan terkena sanksi berupa pembayaran denda yang nominalnya tentu akan sangat besar dan membebani kestabilan finansial kamu. Belum lagi bila kamu dengan sengaja tidak membayarkan ketagihan tersebut, pastinya kamu akan lebih dirugikan lagi.

 

Cara Menghapus Data di Pinjaman Online Agar Tak Salah Digunakan

Semakin lama semakin banyak para agen pinjol atau pinjaman online bahkan ada juga yang sudah resmi diakui dan diawasi langsung oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Tidak sedikit juga masyarakat di Indonesia yang sudah menggunakan jasa tersebut untuk beberapa kepentingan khususnya untuk modal memulai bisnis.

Pada umumnya, agar memiliki kepercayaan masing-masing maka, pihak dari pinjaman online itu akan mengajukan syarat kepada yang akan mengajukan pinjaman berupa data diri. Di mana data tersebut adalah KTP atau beberapa data lain yang harus dipenuhi sebelum dana pinjaman itu akan dicairkan.

Tentu saja data diri pribadi semacam itu adalah data yang wajib disimpan dengan aman dan jangan sampai ada pihak lain yang mengetahuinya. Tidak jarang muncul perasaan khawatir kalau saja data pribadi itu akan disalahgunakan oleh pihak terkait atau pihak lain.

Terutama khawatir akan disalahgunakan oleh para pinjol ilegal yang semakin banyak kasusnya. Menjadi diri yang waspada merupakan suatu kewajiban yang baik demi menjaga data pribadi dengan aman dan agar tidak disalahgunakan. 

Dalam mengajukan pinjaman online, kamu juga bisa menghapus data pribadi itu jika sudah selesai urusannya dengan pihak pinjol atau jika kamu sudah selesai dan pinjaman sudah lunas. Adapun cara yang bisa kamu lakukan dengan mudah.

Cara Menghapus Data di Pinjaman Online Agar Aman

Berikut ini adalah cara yang bisa kamu lakukan untuk menghapus data di pinjaman online agar tetap aman dan tidak disalahgunakan oleh orang lain, perhatikan dan simak!

Segera Melunasi Angsuran 

Hal utama yang bisa kamu lakukan adalah untuk segera melunasi angsurannya terlebih dahulu sebelum kamu benar-benar bisa menghapus data pribadi. Adapun setiap pinjaman yang diajukan pasti akan ada bunga yang menyertainya maka kamu juga harus melunasi semuanya.

Sebelum merasa yakin, kamu harus memastikan terlebih dahulu bahwa kamu sudah tidak ada tanggungan lagi. Jika kamu sudah benar-benar bisa melunasinya maka itu artinya kamu sudah tidak ada hal yang harus diurus dengan pihak pinjol.

Dengan begitu, proses untuk hapus data akan lebih mudah dilakukan.

Mengajukan Penghapusan Data

Jika semua angsuran dan bunga sudah benar-benar lunas dan sudah tidak ada tagihan apapun, itu menandakan bahwa kamu sudah selesai urusannya dengan pihak pinjol. Maka dari itu langkah selanjutnya adalah dengan mengajukan permohonan untuk penghapusan data pribadi.

Pengajuan tersebut bisa kamu ajukan kepada pihak dari CS (Customer Service) pinjol itu. Bisa juga dengan langsung menghubungi call center yang sudah tertera dan sampaikan bahwa kamu hendak mengajukan permohonan penghapusan data sebab kamu sudah selesai dan sudah melunasi semua pinjaman. Maka data akan segera dihapus dari pinjol.

Hapus Semua Data Aplikasi Pinjol

Jika saja kamu sudah berusaha menghubungi pinjol, maka kamu bisa lakukan hapus semua data sendiri di HP. Cara yang dilakukan cukup mudah, kamu tinggal masuk ke menu “pengaturan” dan pilihlah “pengaturan aplikasi”.

Pilih aplikasinya dan pilih pada menu opsi “hapus data dan cache”. Maka setelah itu data kamu akan selesai dan berhasil dihapus.

Menghapus Aplikasi Pinjol

Jika semua cara itu tidak berhasil maka kamu bisa coba cara yang satu ini yakni dengan menghapus aplikasi pinjol di HP kamu. Tinggal pilih “uninstall” atau “hapus aplikasi” maka proses akan segera selesai. 

Hal itu bisa jadi lebih membuat tenang karena akan meminimalisir terhadap data yang disalahgunakan. 

Mengganti Kartu SIM

Salah satu cara yang bisa kamu lakukan dengan mudah agar data diri bisa dihapus dari pinjaman online adalah dengan mengganti SIM card. Bisa dikatakan bahwa jika mengganti SIM card adalah cara paling aman dalam proses menghapus data diri di pinjaman online.

Tentu saja ini merupakan cara yang lebih mudah dilakukan dan sekaligus cara yang lebih praktis. Nomor yang sudah kamu ganti tentu saja akan membuat pihak dari pinjaman online tidak akan bisa dengan mudah menghubungi nomor HP kamu.

Maka dari itu, kamu juga tidak akan mendapatkan SMS dan telepon dari pihak pinjaman online atau pihak lain yang akan mengganggu kamu.

Lapor ke OJK

Cara yang bisa kamu lakukan paling terakhir adalah dengan melaporkannya kepada pihak OJK dengan cara laporan mengenai tuduhan atas penyalahgunaan data pribadi dari pihak pinjaman online yang sudah merugikan diri kamu sendiri. Maka setelah itu, pihak dari OJK akan segera mengurusnya dengan mengecek apa Pinjaman Online yang terkait benar-benar legal atau tidak.

Jika sudah melaporkan kepada OJK maka kamu jadi lebih tenang karena sudah jelas bahwa tidak akan ada lagi yang mengganggu di ponsel kamu. Setelah itu kamu bisa minta untuk pihak berwenang saja yang menyelesaikan dan mengurus itu.

Perbedaan Pinjaman Online dan Pinjaman Bank

Karena kebutuhan mendesak banyak orang akhirnya memilih untuk segera mengajukan pinjaman. Tidak jarang orang jadi bingung, itu karena banyaknya lembaga yang menyediakan layanan jasa untuk pinjaman dana.

Adapun lembaga resmi seperti bank dan juga ada juga pinjaman online yang akhir-akhir ini cukup populer di kalangan masyarakat dan sudah ada sebagian masyarakat khususnya di Indonesia yang mengajukan pinjaman tersebut. Adapun pinjaman online dari fintech berupa P2P yang memang sedang jadi perbincangan karena populer.

Banyak juga masyarakat yang lebih mudah mengajukan pinjaman melalui pinjaman online daripada di bank. Meskipun begitu, tidak bisa menggeser adanya lembaga yang lebih seperti bank.

Tentu saja dari fintech pinjaman online dengan lembaga seperti bank memiliki perbedaan. Adapun perbedaan pada sisi sumber dana, dan juga bagaimana perbedaan pada metode peminjamannya. Tentu saja itu bisa jadi hal yang harus diketahui masyarakat agar bisa jadi bahan untuk pertimbangan sebelum mengajukan pinjaman.

Perbedaan Pinjaman Online dan Pinjaman Bank yang Harus Diketahui

Untuk kamu yang masih bingung ingin mengajukan pinjaman ke yang mana apakah itu pinjaman bank atau apakah itu pinjaman online. Maka berikut ini adalah perbedaan pada pinjaman online dan pinjaman bank yang harus kamu ketahui. Simak dan perhatikan!

Sumber Dana 

Perbedaan antara pinjaman bank dan pinjaman online juga ada pada sumber dana pinjamannya. Untuk sistem yang ada pada fintech lending, maka dana yang akan diberi untuk pinjaman pada yang mengajukan pinjaman yakni ada dari seorang investor yang memang sudah punya dana untuk modal yang bisa dipinjam untuk masyarakat. 

Sedangkan pad pinjaman bank sumber dananya dari yang memberikan pinjaman itu sendiri. Selain itu, nominal dari dana yang diberikan pun cukup banyak daripada dana yang diberikan dari pihak investor yang diberikan dari pinjaman online. 

Apalagi pihak bank adalah perusahaan yang memiliki sistem berbeda dibanding dengan fintech yang ada.

Proses Pinjaman

Mungkin selama ini informasi yang beredar dari pinjaman online adalah memiliki keunggulan berupa proses pinjamannya anti ribet dan lebih cepat. Apalagi memang online yang hanya bisa diakses secara online dan bisa dengan mudah mengajukannya dalam bentuk aplikasi di HP.

Bahkan pinjaman online pada umumnya hanya membutuhkan proses jangka waktu sekitar 2 minggu itu yang paling maksimal. Hal yang mengejutkan lagi ternyata bisa yang hanya waktu 3 hari saja, jadi lebih praktis.

Berbeda dengan pinjaman bank yang cenderung memiliki syarat tertentu yang cukup rumit untuk dipenuhi dan prosesnya yang tidak singkat begitu saja. Justru bisa sampai menggunakan nama sampai berbulan-bulan lamanya hanya untuk prosesnya saja.

Kendati demikian, mengajukan pinjaman di bank tentu bisa kamu dapatkan dengan jumlah pinjaman yang jauh lebih banyak. Berbeda dengan pinjaman online yang tidak bisa mengajukan pinjaman yang banyak.

Dokumen yang Diperlukan

Perbedaan selanjutnya ternyata ada juga pada dokumen yang dibutuhkan dan yang harus disiapkan oleh pihak yang hendak mengajukan pinjaman. Tentu saja ini bisa jadi bahan pertimbangan agar kamu bisa mengajukan pinjaman. 

Bagi pinjaman online, pada umumnya akan memberikan syarat pinjaman berupa harus menggunakan dokumen yang memuat data pribadi. Dokumen itu adalah bukti kepemilikan dari aset, KTP atau data diri, bukti yang menunjukkan keadaan keuangan, dan juga masih banyak yang lainnya.

Sedangkan untuk pinjaman bank kamu harus memenuhi syarat dokumen penunjang yang serupa dengan pinjaman online pada umumnya. Meskipun begitu, bedanya pihak bank akan dengan teliti memastikan bahwa semua dokumen itu semua asli dengan cara survey, pinjaman online tidak melakukan survei.

Risiko dan Jaminan

Selanjutnya adalah perbedaan pada risiko dan jaminan. Untuk pinjaman di bank maka kamu bisa meminjamkan sebagian harta penting untuk jadi jaminan untuk pinjaman. Misalnya kendaraan motor atau mobil, sertifikat tanah, sertifikat rumah, dan hal lain yang memang memiliki nilai yang sama dengan sebanding dengan nilai dari pinjaman.

Untuk pinjaman online maka pada umumnya tidak ada syarat khusus layaknya mengajukan pinjaman ke bank. Meskipun begitu, tetap saja ada ada risko yang menanti, khususnya jika kamu mengajukan pinjaman online kepada lembaga pinjol yang tidak memiliki izin resmi dari OJK dan tidak bisa dipercaya dengan mudah.

Tentu saja, jika meminjam pinjaman pada pinjaman online yang ilegal itu bisa jadi kasus penipuan. 

Apapun jenis pinjaman yang hendak kamu tentukan maka usahakan untuk memilih jenis dari pinjaman dari yang resmi. Hal itu bisa dilakukan dengan mudah sebab, kamu akan terhindar dari kasus penipuan dan kamu pun juga tidak akan rugi. Selain itu, kamu juga harus lebih cermat dalam mempelajari apa saja syaratnya yang nanti akan ditetapkan supaya tidak menyesal karena terjerat utang di masa depan. 

Amerika Serikat Hentikan Impor Sarung Tangan Sekali Pakai Dari Malaysia Karena Isu Kerja Paksa

impor sarung tangan

Pemerintah AS pada Rabu (20 Oktober 2021) lalu memerintahkan penghentian impor sarung tangan sekali pakai dari perusahaan Malaysia dan anak perusahaannya setelah memutuskan bahwa mereka bergantung pada kerja paksa. Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan mengeluarkan perintah untuk menghentikan pengiriman masuk dari Supermax Corporation Berhad dan tiga anak perusahaan.

CBP mengatakan bahwa dalam penyelidikannya terhadap perusahaan tersebut, mereka menemukan 10 indikasi kerja paksa, yang biasanya mencakup hal-hal seperti intimidasi, ancaman dan pemotongan upah, di bawah standar internasional. Agensi mengidentifikasi anak perusahaan sebagai Maxter Glove Manufacturing, Maxwell Glove Manufacturing, dan Supermax Glove Manufacturing.

“Sampai produsen dapat membuktikan proses manufaktur mereka bebas dari kerja paksa, barang-barang mereka tidak diterima di sini,” AnnMarie Highsmith, asisten komisaris eksekutif Kantor Perdagangan, menyampaikan dalam kesempatan mengumumkan penghentian impor tersebut. 

Pembuat sarung tangan karet Malaysia sebelumnya telah berada di bawah pengawasan atas praktik-praktik kerja paksa ini, dan AS tahun ini menurunkan peringkat Malaysia ke level terburuk dalam laporan tahunan tentang perdagangan manusia. Sebagai tanggapan, pemerintah Malaysia berjanji untuk mengambil langkah-langkah untuk menghilangkan kerja paksa.

AS mencabut pesanan serupa terhadap produsen sarung tangan Malaysia lainnya, Top Glove Corporation Berhad, setelah perusahaan tersebut membahas indikator kerja paksa di fasilitas manufakturnya. Meskipun demikian, Supermax Corporation yang mengatakan menjual produknya di 165 negara, tidak segera menanggapi permintaan komentar.

impor sarung tangan

Karena isu ini, harga saham Supermax Corp Bhd turun hampir 10% di perdagangan Kamis (21 Oktober) pagi Bursa Malaysia setelah Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) AS mengatakan badan tersebut akan menahan impor sarung tangan sekali pakai yang diproduksi oleh anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Supermax Corp, Maxter Glove Manufacturing Sdn.  Bhd, Maxwell Glove Manufacturing Bhd dan Supermax Glove Manufacturing atas tuduhan kerja paksa.

Harga saham Supermax Corp telah jatuh sebanyak 22 sen atau 9,78% menjadi RM2,03 pada pukul 09:08. Sedangkan sarung tangan sekali pakai yang diproduksi oleh unit Supermax Corporation Bhd Maxter Glove Manufacturing Sdn Bhd, Maxwell Glove Manufacturing Bhd, dan Supermax Glove Manufacturing yang telah masuk ke AS akan ditahan di semua pelabuhan masuk AS mulai Kamis ini (21 Oktober).

Pejabat Komisaris CBP Troy Miller menyatakan Perintah Pembebasan Penahanan akan membantu melindungi pekerja yang rentan.

“CBP adalah pemimpin global dalam penegakan kerja paksa, dan kami akan terus mengecualikan produk yang dibuat oleh perbudakan modern untuk masuk ke Amerika Serikat.”

Undang-undang federal 19 U.S.C. 1307 melarang pemasukan barang dagangan yang dihasilkan, seluruhnya atau sebagian, oleh tenaga kerja terpidana, kerja paksa, dan/atau pekerja kontrak, termasuk pekerja anak yang dipaksa atau terikat kontrak. CBP akan menahan pengiriman barang yang diduga diimpor dengan melanggar undang-undang ini.

Importir kiriman yang ditahan memiliki kesempatan untuk mengekspor kiriman mereka atau menunjukkan bahwa barang tersebut tidak diproduksi dengan kerja paksa. Supermax bergabung dengan daftar perusahaan Malaysia lainnya yang telah dilarang oleh CBP. Perusahaan lainnya yang dilarang sebelumnya termasuk Top Glove Corp Bhd, FGV Holdings Bhd dan Sime Darby Plantation.

CBP telah melarang sarung tangan yang dibuat oleh anak perusahaan Top Glove – Top Glove Sdn Bhd dan TG Medical Sdn Bhd – pada Juli 2020. Top Glove kemudian mengatakan telah dibersihkan dan diizinkan untuk melanjutkan ekspor dan penjualan sarung tangan ke AS, setelah perubahan temuan oleh CBP AS efektif 10 September 2021.

Sementara itu, CBP mengeluarkan perintah pelepasan penahanan pada 30 September 2020 terhadap minyak sawit dan produk minyak sawit yang dibuat oleh FGV dan anak perusahaan dan usaha patungannya. Awal tahun ini, mingguan Edge melaporkan bahwa Amerika Serikat sedang menyelidiki pembuat sarung tangan Malaysia Hartalega Holdings Bhd dan unit Supermax Corp atas tuduhan kerja paksa.

Dampak Rantai Pasokan Mulai Terasa Secara Global

rantai pasokan global

Berkat peluncuran vaksin virus corona, ekonomi global perlahan mulai bangkit dari pandemi. Tetapi Covid-19 telah meninggalkan satu masalah ekonomi yang sangat merusak di belakangnya: gangguan pada rantai pasokan global. Penyebaran virus yang cepat pada tahun 2020 mendorong penutupan industri di seluruh dunia dan, sementara sebagian besar dari kita non aktif, ada permintaan konsumen yang lebih tinggi meski aktivitas industri yang berkurang.

Ketika lock down dicabut, permintaan kembali meroket. Alhasil rantai pasokan yang terganggu selama krisis kesehatan global menghadapi tantangan besar dan berjuang untuk bangkit kembali. Hal ini menyebabkan kekacauan bagi produsen dan distributor barang yang tidak dapat memproduksi atau memasok sebanyak yang mereka lakukan sebelum pandemi karena berbagai alasan, termasuk kekurangan pekerja dan kurangnya komponen utama dan bahan baku.

Berbagai belahan dunia telah mengalami masalah rantai pasokan yang telah diperburuk karena alasan yang berbeda juga. Misalnya, kekurangan listrik di China telah mempengaruhi produksi dalam beberapa bulan terakhir, sementara di Inggris, Brexit telah menjadi faktor besar seputar kekurangan pengemudi truk. AS juga berjuang melawan kekurangan pengemudi truk, seperti halnya Jerman, dengan Jerman juga mengalami backlog besar di pelabuhannya.

Situasi ‘akan menjadi lebih buruk’

rantai pasokan global

Sayangnya, para ahli seperti Tim Uy dari Moody’s Analytics mengatakan bahwa masalah rantai pasokan “akan menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik.” “Ketika pemulihan ekonomi global terus meningkat, yang semakin terlihat adalah bagaimana hal itu akan terhalang oleh gangguan rantai pasokan yang sekarang muncul di setiap sudut,” kata Uy dalam sebuah laporan Senin lalu.

“Kontrol perbatasan dan pembatasan mobilitas, tidak tersedianya izin vaksin global, dan permintaan terpendam karena terjebak di rumah telah digabungkan menjadi badai sempurna di mana produksi global akan terhambat karena pengiriman tidak dilakukan tepat waktu, biaya dan harga akan naik,  dan pertumbuhan PDB di seluruh dunia tidak akan sekuat hasilnya,” katanya.

“Pasokan kemungkinan akan mengejar ketinggalan untuk beberapa waktu, terutama karena ada kemacetan di setiap mata rantai pasokan — tenaga kerja tentu saja menjadi salah satunya, seperti yang disebutkan di atas, tetapi juga kontainer, pengiriman, pelabuhan, truk, rel kereta api, udara, dan gudang.”

Kemacetan rantai pasokan, kemacetan dan penyumbatan dalam sistem produksi, telah mempengaruhi berbagai sektor, jasa dan barang mulai dari kekurangan elektronik dan otomotif seperti masalah kekurangan chip semikonduktor dari merk mobil ternama Amerika hingga kesulitan dalam pasokan daging, obat-obatan dan produk rumah tangga.

Di tengah permintaan konsumen yang lebih tinggi untuk barang-barang yang kekurangan pasokan, tarif pengiriman untuk barang dagangan yang datang dari China ke AS dan Eropa telah melonjak, sementara kekurangan pengemudi truk di kedua wilayah terakhir telah memperburuk masalah pengiriman barang ke tujuan akhir mereka. Hal ini menyebabkan harga tinggi setelah produk tersebut mencapai rak toko.

Pandemi membuka kenyataan betapa saling berhubungan, dan betapa mudahnya tidak stabilnya rantai pasokan global. Yang terbaik, rantai pasokan global menurunkan biaya untuk bisnis, seringkali karena pengurangan biaya tenaga kerja dan operasi yang terkait dengan produsen produk yang mereka inginkan, dan dapat memacu inovasi dan persaingan.

Tetapi pandemi membuka fakta kerentanan mendalam dalam jaringan ini, dengan gangguan di satu bagian rantai memiliki efek riak pada semua bagian rantai, dari produsen hingga pemasok dan distributor dengan gangguan yang pada akhirnya mempengaruhi konsumen dan pertumbuhan ekonomi.

Trik Supaya Tidak Terjebak Pinjol Ilegal 

Saat ini kebutuhan masyarakat semakin banyak, pengeluaran yang harus terpenuhi menempati angka yang tidak sebanding dengan pendapatan yang dimiliki. Sehingga mau tidak mau masyarakat lebih sering memilih cara mudah untuk mendapatkan uang untuk menutupi segala kebutuhan yang ada. Cara mudah ini adalah dengan melakukan pinjaman kepada siapapun. Salah satu yang dapat memproses pinjaman secara mudah adalah bentuk pinjaman online. 

Pinjaman online merupakan wadah yang memberikan jasa peminjaman uang untuk masyarakat dalam jumlah yang kecil ataupun besar dengan pembayaran menggunakan sistem kredit yang diangsur setiap waktu yang sudah ditentukan. Berbeda dengan bentuk pinjaman offline yang membuat seseorang yang meminjam uang harus datang ke tempat meminjam uang dan harus menyertakan persyaratan secara langsung seperti fotocopy KK, KTP dan lain sebagainya. Sementara pinjaman online tidak begitu, cukup mengajukan pinjaman melalui aplikasi dan menyertakan pertanyaan secara online. 

Nah ini dia beberapa trik yang bisa kamu pakai supaya kamu tidak terjebak pinjaman online atau pinjam ilegal, berikut adalah trik yang harus kamu ketahui dan lakukan. 

Cek Legalitas Fintech Pinjaman Online di OJK

OJK atau singkatan dari Otoritas Jasa Keuangan merupakan sebuah lembaga yang mengatur dan keamanan dalam berbagai bentuk jasa keuangan yang ditawarkan oleh perusahaan atau perbankan. Salah satu perusahaan yang bergerak dibawah naungan Otoritas Jasa Keuangan ini adalah beberapa perusahaan pinjaman online atau yang sering kita sebut dengan pinjol. Nah jika disebutkan beberapa, berarti masih banyak pinjaman online yang tidak terdaftar di OJK maka pinjol ini dapat dikatakan sebagai pinjol ilegal. 

Jika kamu tidak ingin terjebak dengan pinjaman online yang ilegal, maka trik yang paling pertama harus kamu pastikan dan lakukan adalah untuk cek legalitas fintech pinjaman online di OJK. Kamu tidak perlu khawatir merasa sulit untuk mengakses daftar pinjol di OJK. Karena saat ini pihak OJK sudah banyak menawarkan wadah informasi mengenai OJK di internet atau bahkan di akun sosial media OJK yang resmi. Sehingga kamu tidak akan kesulitan untuk mengakses datanya. 

Jangan Sembarangan Meminjam Uang Dari Link

Di zaman sekarang makin banyak saja oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mencari kesempatan dalam menipu banyak masyarakat yang sedang kesusahan dan membutuhkan uang secara cepat. Cara yang dilakukan oleh penipu juga banyak dipercayai oleh sebagian masyarakat karena kurangnya minat cari tahu yang tinggi perihal keaslian data yang tersebar dan mengatasnamakan aplikasi pinjol legal, padahal pinjol tersebut adalah ilegal. 

Salah satu cara yang dilakukan oleh para oknum penipu ini adalah menyebarkan berbagai macam link yang dapat meyakinkan masyarakat untuk dapat meminjam uang online secara aman dan mudah, padahal kebanyakan link tersebut akan membawa kamu pada halaman yang malah justru akan merugikan kamu. Awalnya kamu akan diminta data, selanjutnya kamu bisa dimintai uang muka atau cicilan awal untuk pengajuan peminjaman uang. 

Jangan Tergiur Dengan Jenis Iklan yang Terlalu Berlebihan

Saat ini banyak sekali iklan yang menawarkan pinjaman online secara berlebihan, maksudnya adalah seperti menawarkan pinjaman yang dapat limit besar tidak masuk di akal. Atau menawarkan pinjaman online dengan tanpa persyaratan. Sehingga masyarakat mudah tergiur dan tidak berpikir panjang untuk melakukan pengajuan pada aplikasi legal tersebut hanya melalui iklan tanpa mencari tahu keaslian dari iklan tersebut. 

Selain berlebihan biasanya iklan legal memiliki kualitas iklan yang tidak baik, yaitu iklan yang ditayangkan memiliki resolusi yang buruk, penempatan posisi promosi yang tidak prepare dan banyak dimunculkan secara spam di berbagai akun sosial media atau website di internet. 

Lihat Review dari Orang

Trik selanjutnya adalah cara paling mudah untuk mengantisipasi agar kamu tidak terkena pinjaman online ilegal, yaitu melihat atau menanyakan review dari orang yang pernah memakai aplikasi pinjaman online yang akan kamu pakai. Pastikan jika orang yang kamu tanyai adalah teman dekat atau keluarga yang akan jujur dengan keadaan aplikasi pinjol tersebut. Bukan malah orang lain yang ternyata jadi bagian dari oknum pelaku pinjol ilegal. 

Meskipun trik yang sudah dipaparkan di atas bisa dikatakan mudah jika hanya dibaca saja, tetapi pada kenyataannya untuk tidak terjebak dari berbagai macam jenis pinjaman online memang sulit untuk dilakukan. Apalagi jika pada saat ini keadaan dan kondisi menuntut kamu untuk terus bisa memenuhi kebutuhan hidup dengan cara apapun untuk mendapatkan uang secepat mungkin. Tetapi meskipun sulit untuk dilakukan, mengantisipasi agar kamu tidak terjebak pinjaman online harus tetap dilakukan agar tidak menyesal dikemudian hari. 

Nah semoga informasi mengenai trik supaya tidak terjebak pada pinjaman online ini dapat membantu kamu untuk senantiasa lebih waspada lagi dengan segala jenis bahaya yang berdampak dari pinjol ilegal. Semoga informasi dalam tulisan ini membawa kamu untuk terus memakai semua produk fintech legal yang asli dan sudah didaftarkan pada Otoritas Jasa Keuangan. 

 

Pertimbangan dalam Memilih Tenor Saat Ajukan Pinjaman Online

Halo semuanya, pinjaman online adalah penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah secara langsung melalui sistem elektronik. 

Sebelumnya, tenor itu apa sih? Nah, tenor adalah jangka waktu dalam mencicil atau kredit.  Pinjaman online dengan bunga rendah, pilihan tenor yang tepat memang menjadi incaran beberapa orang yang memerlukan dana secara cepat dan dengan membayar bunga yang tidak terlalu tinggi. Maka dari itu, dalam pemilihannya harus memperhatikan status pinjaman online tersebut.  

Sebelum kita mempertimbangkan pemilihan tenor saat ajukan pinjaman online, teman-teman perlu tahu bahwa terdapat 2 kategori tenor saat pinjam meminjam. Apa sajakah itu? 

Kategori Tenor 

  • Tenor jangka pendek 

Tenor jangka pendek ini adalah waktu pengembalian pinjaman dengan waktu yang terbilang singkat. Umumnya tenor jangka pendek ini memiliki waktu pengembalian selama bulanan saja. Banyak pinjol yang menawarkan tenor jangka waktu pendek dengan pinjaman uang yang tidak terlalu besar, atau bahkan transaksi yang ditawarkan hanya sebatas barang-barang elektronik. 

  • Tenor jangka panjang

Sesuai dengan namanya, tenor jangka panjang adalah waktu pengembalian pinjaman dengan waktu yang cukup lama. Umumnya tenor jangka panjang ini memiliki waktu pengembalian selama tahunan bahkan puluhan tahun. Namun, tidak cukup mudah untuk mendapatkan tenor jangka panjang ini karena memiliki berbagai persyaratan yang ketat dan biasanya diiringi jaminan yang tinggi. 

Mungkin ada sebagian teman-teman yang berpikir kalau hutang sebaiknya cepat-cepat dilunasi, jika bisa dibayar dengan cepat kenapa harus dengan jangka panjang. Nah, pada tulisan kali ini terdapat beberapa tips dalam mempertimbangkan pemilihan tenor. 

Tips Memilih Tenor Saat Ajukan Pinjol

  • Pertimbangan Jika Mengambil Tenor Jangka Pendek 

Jika kamu mampu membayar cicilan tenor jangka pendek, pastikan bahwa kamu memiliki dana darurat dan masih punya ruang finansial yang cukup. Saat mengajukan pinjaman, penting bagi kita untuk mempertimbangkan dan menghitung penghasilan dan pengeluaran kita secara berkala. Ruang finansial adalah sisa keuangan yang kamu habiskan selama sebulan. Jika kamu memiliki gaji sebesar 5 juta, lalu biaya hidup yang perlu kamu keluarkan adalah 3 juta dan 2 jutanya untuk membayar pinjaman online dalam kurun waktu 10 bulan. 

Nah, artinya kamu tidak memiliki ruang finansial yang cukup, karena penghasilan yang kamu dapatkan habis seluruhnya. Jadi, jika penghasilan kamu tidak ada sisa, maka sebaiknya jangan terlalu memaksakan diri untuk mengambil tenor dengan jangka waktu yang pendek. Lalu pertanyaannya adalah kenapa sih kita tidak boleh menghabiskan seluruh penghasilan kita untuk biaya hidup dan biaya angsuran? Alasannya adalah untuk meminimalisir suatu hal negatif yang mungkin saja dapat terjadi dalam kehidupan kita. 

Anggap saja angsuran ini adalah ujian bagi kamu yang harus kamu hadapi setiap bulannya. Saat terjadi kegagalan pada satu bulan maka hal tersebut tidak akan dimaklumi dan akan terus bertambah di bulan-bulan berikutnya. Maka kesimpulannya adalah boleh jika teman-teman mampu, namun jangan dipaksakan jika teman-teman tidak mampu. Karena sangat mungkin ada strategi dan jalan lain agar angsuran tersebut tercapai, maka jangan dipaksakan karena akan membuat teman-teman merasa kesulitan terus-menerus.

  • Pertimbangan Jika Mengambil Tenor Jangka Panjang 

Saat kita memutuskan untuk mengambil tenor jangka panjang tentunya kita akan merasa tenang karena bisa bernafas dengan lega dengan angsuran yang kecil. Namun jika kita memilih tenor yang lebih panjang kita juga harus menyesuaikan keuangan kita dengan rencana jangka panjang. Misalnya jika kita sudah memiliki anak yang akan memasuki universitas 10 tahun yang akan datang  dan memerlukan biaya yang tidak sedikit, maka ada baiknya kita mengambil tenor jangka waktu pendek saja. Sehingga ketika anakmu sudah memasuki universitas, paling tidak kamu tidak lagi memiliki hutang. 

Lalu hal yang paling penting yaitu mempertimbangkan kondisi keuangan. Hitunglah terlebih dahulu penghasilan dan pengeluaran perbulan. Idealnya jumlah cicilan seperti pinjol, KPR, kartu kredit, kredit mobil, dan cicilan lainnya tidak boleh lebih dari 30%. Nah, apabila kamu memiliki banyak cicilan lain, sebaiknya kamu mengambil tenor jangka panjang, sehingga dana yang keluar perbulannya cukup untuk membayar cicilan dan tidak memberatkanmu. 

Nah, itulah tips dalam memilih tenor saat teman-teman mengajukan pinjaman online. Semoga teman-teman tidak bingung lagi untuk memilih tenor jangka panjang atau pendek. Keduanya memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing. Namun balik lagi kepada keputusan teman-teman. pada akhirnya semua ada pada keputusanmu mengenai langkah mana yang paling cocok dengan teman-teman. Pastikan bahwa kamu sudah menyesuaikan dengan kondisi pribadimu. Tetap lakukan pertimbangan secara berulang agar tidak salah mengambil keputusan. Semoga tulisan ini bermanfaat 

Aturan Pemerintah Terkait Bunga Pinjaman Online

Banyaknya pinjaman online saat ini nyatanya tidak cuma karena kecanggihan teknologi saja, namun juga karena kebutuhan masyarakat di Indonesia yang makin tinggi. Tentunya hal ini membuat OJK sebagai badan yang ditunjuk oleh pemerintah untuk mengawasi seluruh lembaga keuangan.

OJK menetapkan peraturan dan harus diikuti oleh perusahaan fintech dan juga masyarakat di Indonesia. Salah satunya adalah mengenai besaran bunga dari pinjaman. Karena masih banyak pengguna jasa pinjol yang tidak mengetahui secara pasti mengenai hal tersebut yang telah ditentukan oleh OJK.

Karena itu, tidak mengherankan bila ada begitu banyak masyarakat di Indonesia yang akhirnya menjadi korban dari pinjol ilegal. Oleh sebab itu, mari kita bahas mengenai besaran bunga dari pinjaman online yang telah diatur OJK.

Besaran bunga pinjol sesuai peraturan OJK 

Sebagai badan resmi milik negara, OJK mempunyai tugas dan kewenangan dalam mengawasi dan mengatur segala aktivitas lembaga keuangan yang ada di Indonesia. Sehingga, semua perusahaan fintech atau yang menyediakan jasa pinjaman online, wajib mendaftarkan dirinya ke OJK.

Walaupun pinjol masuk dalam kategori perusahaan atau lembaga keuangan, namun mereka mempunyai aturan yang tidak sama dengan bank. Karena itu sudah jelas bila perusahaan pinjol telah didaftarkan, maka harus mengikuti segala peraturan yang ditetapkan. Termasuk tentang bunga pinjaman.

Sebab, banyak masyarakat yang mempermasalahkan besaran bunga dari pinjol dan mereka merasa bila besarnya tidaklah masuk akal. Padahal OJK telah menetapkan bila maksimal untuk bunga pinjaman dari pinjol sebesar 0,8% per hari dan sebulan maksimal 24% tidak boleh lebih.

Jadi, apabila kamu menemukan aplikasi pinjol yang memberikan bunga melebihi aturan OJK, maka kamu haruslah berhati-hati. Sebab bisa saja perusahaan tersebut adalah pinjol ilegal yang tidak terdaftar di OJK.

Aturan lain yang dibuat oleh OJK

Tidak hanya mengenai bunga pinjaman saja tetapi OJK juga menerapkan beberapa kebijakan untuk pinjol dan peminjamnya. Salah satunya yaitu tentang peraturan mengenai data diri milik peminjam yang nantinya akan diserahkan pada pihak pinjol.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa aplikasi pinjaman online hanya memberikan syarat berupa data diri dari pemohon pinjaman. Di mana data-data tersebut nantinya harus disimpan oleh pihak pinjol dengan baik dan tidak boleh disebarkan secara ilegal. 

Jika kamu menemukan ada pinjol yang melakukan pelanggaran mengenai hal yang satu ini, maka silahkan untuk melaporkan perusahaan tersebut kepada OJK. Tetapi bila kamu merupakan peminjam, maka lakukanlah tanggung jawabmu dengan membayarkan kembali uang yang telah dipinjamkan oleh pihak jasa peminjaman tersebut sesuai dengan waktu yang telah disepakati bersama.

Apabila kamu mangkir dari tanggung jawab, maka pihak OJK bisa memberikan sanksi yaitu namamu akan dimasukkan pada daftar blacklist milik OJK yang diberi nama SLIK OJK. Jika nama kamu sampai masuk pada daftar blacklist tersebut, maka sudah bisa dipastikan ketika akan melakukan pengajuan kembali di aplikasi pinjol lain, kamu akan mengalami kesulitan. 

Cara untuk melaporkan pinjol ilegal

Untuk kamu yang memang merasa jika ada aplikasi pinjol dimana mereka melakukan pelanggaran aturan yang telah ditetapkan oleh pihak OJK. Maka kamu memiliki hak untuk melaporkannya, bagaimana caranya? Berikut di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk melaporkan pelanggaran tersebut :

  • Telepon 

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah Dengan menelpon nomor hotline milik OJK yang dapat dihubungi oleh siapapun pada jam operasional, yakni ke 157 dan silakan melakukan panggilan di hari senin-jumat dari mulai jam 08.00 – 15.00.

Apabila kamu menelpon di luar waktu yang telah ditentukan maka sudah pasti tidak akan ada yang melayani. Jadi, pastikan kamu menghubungi OJK pada nomor tersebut di waktu yang telah ditentukan nantinya kamu akan dihubungkan kepada layanan pengaduan serta petugas di mana mereka akan bertanya mengenai kronologi dan data diri kamu. 

  • Email 

Selain melakukan panggilan telepon, kamu juga dapat mengirimkan pengaduan melalui email milik OJK di konsumen@ojk.go.id. Ketika mengirim aduan, pastikan kamu menyertakan bukti bila sudah membuat pengaduan, kronologi, data diri dan bukti-bukti lainnya.

Biasanya pihak OJK akan memberikan kamu waktu kurang lebih 20 hari, guna melengkapi segala berkas yang mereka minta dan butuhkan untuk menindaklanjuti pengaduan yang dikirimkan. 

  • Surat tertulis 

Cara terakhir yang dapat kamu lakukan adalah dengan menulis surat tertulis yang nantinya ditujukan kepada pihak anggota dewan dari OJK pada bidang edukasi dan perlindungan konsumen. Kamu bisa mengirimkan surat tersebut ke alamat kantor pusat dari OJK yang letaknya di Jakarta pusat.

Kemudian pastikan saat kamu mengirimkan pengaduan tersebut memang sudah menyertakan bukti-bukti bahwa pinjol yang kamu maksud melanggar telah mendaftarkan diri di OJK. Sebab OJK hanya dapat membantu ketika perusahaan fintech tersebut masuk pada daftarnya. 

Nah demikianlah tadi aturan-aturan dari pemerintah terkait dengan bunga pinjaman online. Setelah kamu mengetahui tentang hal tersebut diharapkan untuk lebih waspada serta bijaksana saat membutuhkan pinjaman dana.

 

Waspada, Jangan Sampai Salah Pilih Pinjaman Online

Majunya teknologi di zaman sekarang terutama dalam bidang keuangan melahirkan banyak financial technology atau biasa yang kita kenal dengan nama fintech. Salah satu fasilitas yang ditawarkan adalah pinjaman uang tunai dengan persyaratan yang mudah. 

Tapi kehadiran fintech yang menjadi solusi terutama dalam hal keuangan, jika tidak dimanfaatkan dengan bijak akan bisa menjadi sesuatu yang kehadirannya justru merugikan kalau tidak diperhatikan dengan baik. Apalagi jika kamu menggunakannya untuk sesuatu yang konsumtif.

Bijak Pinjol

Maka dari itu, kamu perlu belajar mengetahui bagaimana cara untuk melunasi pinjaman online jika kamu pernah meminjam lewat pinjol. Mudahnya pinjaman online, membuat banyak orang tergiur untuk melakukan beberapa pinjaman sekaligus yang tanpa sadar membawa mereka ke dalam jebakan utang.

Akhirnya, banyak orang yang terjebak dalam hutang pinjol dan mengalami kesulitan dalam melunasi pinjaman mereka. Apabila kamu mengalami masalah hutang dari pinjol, segeralah berusaha untuk mencari jalan keluar agar hutang pinjol kamu bisa cepat selesai.

Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan kalau terjebak hutang pinjol:

1. Tetap Bertanggung Jawab

Ketika kita diperhadapkan pada hutang, biasanya respon kita adalah panik. Ketika panik, biasanya orang banyak yang lari dari tanggung jawab untuk membayar hutang akibat pinjaman. Akhirnya kita menjadi buronan dari debt kolektor yang mengejar kita untuk menagih pinjaman. Tetapi biar bagaimanapun, hutang tetaplah hutang dan sudah seharusnya kamu bertanggung jawab untuk melunasinya.

Menghindari debt kolektor dan lari dari tanggung jawab hanya akan membuat kamu semakin terperosok dalam hutang dan bunga yang semakin bertambah. Maka dari itu, supaya kamu tidak semakin tenggelam dalam masalah, tunjukan niat baik dan tanggung jawab kamu untuk melunasi hutang yang ada.

Komunikasikan kondisi kamu ketika debt kolektor datang untuk menagih pinjaman. Gunakan juga fasilitas komunikasi yang ada di aplikasi pinjol seperti email atau wa chat untuk menunjukan itikad baik kamu yang berniat menyelesaikan hutang kamu alih-alih lepas tanggung jawab.

2. Gunakan Sisa Aset Kamu

Ketika kamu terjebak dalam pinjol, janganlah buru-buru panik dan stress, tenangkan diri kamu dan mulailah menyusun rencana dan mencari jalan untuk menyelesaikan masalah pinjol kamu. Salah satu cara yang dapat kamu lakukan adalah dengan menggunakan aset yang kamu punya saat ini.

Mulailah menghitung aset kamu yang dapat menjadi dana segar untuk membantu melunasi pinjol kamu. Contoh beberapa aset yang bisa kamu jual untuk menjadi dana segar seperti, mobil, motor, sepeda, barang elektronik, sampai logam mulia. Hitung dan estimasikan, lalu atur dengan bijak untuk melunasi pinjol kamu dengan dana segar dari hasil penjualan aset kamu.

3. Meminta Bantuan Keluarga

Setelah kamu menghitung aset kamu dan menjual beberapa aset kamu untuk mendapatkan dana segar untuk melunasi pinjol, sekiranya dana yang dibutuhkan masih kurang, solusi selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah dengan meminta bantuan dari keluarga terdekat kamu agar mau meminjamkan uang mereka untuk membantu kamu.

Memiliki hutang pinjol memang bukan hal yang baik bahkan tak jarang menjadi aib yang memalukan. Tetapi ketika keadaan sudah semakin sulit, tidak ada salahnya kamu jujur dengan keluarga kamu perihal kesulitan kamu. Terbukalah untuk membicarakan situasi dan kondisi keuangan kamu. Dan jangan lupa juga bantuan yang  mereka berikan masih bersifat pinjaman, jadi sudah seharusnya ketika kondisimu keuangan kamu membaik, kamu wajib mengembalikan pinjaman tersebut.

4. Menghemat Pengeluaran 

Agar hutang pinjol kamu bisa terselesaikan dengan segera, kamu juga harus mulai menghemat pengeluaran kamu. Dengan kamu menghemat pengeluaran kamu, kamu akan dapat menyisihkan tambahan dana untuk dapat melunasi pinjol kamu. 

Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk berhemat antara lain, membawa bekal sendiri dari rumah alih-alih makan di luar kantor untuk menghemat biaya makan siang kamu, menggunakan transportasi publik, mengurangi anggaran untuk hang out di waktu akhir pekan, berhenti berlanggan hal-hal yang tidak terlalu dibutuhkan seperti keanggotaan di gym, dan lain sebagainya.

Selain berhemat, kamu juga bisa menambah penghasilan kamu dengan mencari usaha sampingan atau side hustle. Banyak peluang untuk menjalankan usaha sampingan yang bisa menambah penghasilan kamu.

Beberapa usaha bahkan bisa dimulai dari rumah dan di akhir pekan tanpa mengganggu jam kerja kamu. Bahkan beberapa pekerjaan sampingan hanya membutuhkan modal smartphone saja.

5. Negosiasikan Ulang Hutangmu Dengan Pinjol

Pada dasarnya, pinjol selalu terbuka untuk kamu bernegosiasi tentang hutang kamu selama kamu menunjukan itikad baik. Beberapa opsi yang bisa kamu ajukan yaitu, perpanjangan tenor pinjaman ketika sudah jatuh tempo, atau kamu bisa melakukan refinancing atau membayar hutang lama kamu dengan hutang baru. Kamu juga bisa menjaminkan aset kamu sebagai opsi untuk pelunasan pinjol kamu.

Demikianlah beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk terbebas dari hutang pinjol yang dapat merugikan kamu secara keuangan. Semoga artikel ini membuat kamu menjadi semakin  bijak dalam mengatur keuangan kamu agar tidak terjebak dalam pinjol.